PKB Perkuat Militansi Kader Lewat Sekolah Kader Perubahan di Poigar

JUARAnews.co BOLMONG — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memperkuat basis ideologi dan militansi kader hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan (SKP) yang digelar di Pantai Mariri Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (30/12/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Bolaang Mongondow dari Fraksi PKB, Arman Mamonto, bersama Lembaga Kader Kabupaten (LKK) DPC PKB ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai desa di wilayah Poigar.

Sekolah Kader Perubahan dirancang sebagai ruang pembinaan kader yang bertujuan membentuk sumber daya politik yang berintegritas, memiliki kesadaran ideologis kuat, serta berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.

Dalam pemaparannya, Arman Mamonto menyoroti masih kuatnya praktik politik transaksional dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, tingginya biaya politik kerap melahirkan pemimpin yang lebih berorientasi pada pengembalian modal dibandingkan pengabdian kepada rakyat.

“Demokrasi kita masih sangat transaksional. Biaya politik yang mahal membuat banyak pemimpin terjebak pada orientasi mengembalikan modal, bukan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tegas Arman.

Ia menekankan bahwa Sekolah Kader Perubahan menjadi instrumen strategis untuk membangun kesadaran politik yang sehat sekaligus mencetak kader-kader pejuang yang memiliki keberpihakan jelas kepada rakyat kecil.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tiga misi utama. Pertama, penguatan ideologi partai. Kedua, pembentukan loyalitas dan militansi kader. Ketiga, pembekalan strategi politik agar kader mampu bekerja secara terarah dan terorganisir.

Politisi PKB itu juga menegaskan pentingnya loyalitas terhadap garis perjuangan dan kepemimpinan partai sebagai fondasi utama dalam membesarkan PKB.

“Saya berharap para peserta Sekolah Kader Perubahan ini tumbuh menjadi kader yang militan, solid, dan loyal dalam membesarkan PKB serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi strategis yang diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan PKB hingga tingkat desa, sekaligus memperkuat konsolidasi politik partai dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan. (/liet)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *