DTD Perdana GP Ansor Dumoga Bersatu Dimulai, Amri Modeong Tekankan Peran Kader sebagai Penjaga Kebangsaan

Screenshot

JUARAnews.co BOLMONG — Suasana hangat kebersamaan menyelimuti MTs Negeri 2 Bolaang Mongondow, Desa Mopuya Selatan Satu, Jumat (28/11/2025), saat Diklat Terpadu Dasar (DTD) I PAC GP Ansor/Banser Dumoga Bersatu resmi dimulai. Kegiatan yang membuka babak baru penguatan kaderisasi Ansor di wilayah Dumoga Bersatu ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara sekaligus anggota DPRD Bolmong, Amri Modeong.

DTD perdana ini diikuti para calon kader dari berbagai desa dan kecamatan di Dumoga Bersatu. Selama tiga hari, para peserta akan menerima materi dasar Ansor yang mencakup pengenalan organisasi, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta pembentukan karakter dan kesadaran sosial sebagai kader yang siap mengabdi pada masyarakat.

Ketua PC GP Ansor Bolmong, Rudi Satria Mandala Bonuot, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ansor menempatkan militansi, loyalitas, dan dedikasi sebagai unsur utama dalam berkhidmat. Ia menekankan bahwa DTD bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan pembentukan sikap kebangsaan dan integritas kader.

“Ini adalah ruang pembentukan karakter, bukan sekadar tahap administrasi menjadi anggota,” tegasnya.

Rudi Satria juga menggambarkan arah program kerja Ansor yang kini difokuskan pada pemberdayaan nyata, termasuk inisiatif koperasi dan kelompok tani yang mulai dirintis sejumlah PAC untuk mendorong ekonomi lokal.

Sementara itu, Amri Modeong memberikan apresiasi kepada panitia dan para donatur yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri tanpa ketergantungan pembiayaan dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa meski Bupati Yusra Alhabsyi merupakan Dewan Penasehat Ansor Bolmong, pendanaan kegiatan tersebut tetap independen.

Dalam arahannya kepada peserta, Amri menekankan ruh perjuangan Ansor yang diwariskan KH Hasyim Asy‘ari melalui semangat resolusi jihad. Ia mengingatkan bahwa menjadi kader Ansor berarti siap berada di garda terdepan menjaga nilai kebangsaan, bukan sekadar mencari kepentingan pribadi.

“Semakin majemuk masyarakat Dumoga Bersatu dengan agama, budaya, dan latar belakang berbeda, semakin penting peran Ansor sebagai penjaga toleransi dan kerukunan,” ujarnya.

Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pengurus PAC dan PC GP Ansor, tokoh masyarakat, perwakilan Kemenag Bolmong, Kapolsek Dumoga Utara, unsur pemerintah kecamatan, serta organisasi keagamaan dan kepemudaan seperti Fatayat Dumoga Bersatu, Peradah Hindu Bolmong, dan Pergunu.

Melalui DTD ini, GP Ansor Dumoga Bersatu menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang religius, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan, sejalan dengan visi organisasi dan arah pembangunan di Bolaang Mongondow.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *