BOLMONG – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi pun menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti dengan penugasan tim untuk melakukan pemantauan di lima SPBU yang tersebar di Kabupaten Bolaang Mongondow, yakni SPBU Lolak, Tadoy I, Poigar, Kosio, dan Komangaan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terpantau, distribusi berjalan sesuai ketentuan, serta pelayanan kepada masyarakat di SPBU dapat berlangsung dengan baik.
Di SPBU Lolak, tim pemantau melibatkan Dinas Perikanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Camat Lolak, Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), serta Sangadi Tuyat.
Sementara di SPBU Tadoy I, pemantauan dilakukan oleh Dinas Perkebunan, Satpol PP, Bappeda, Camat Bolaang Timur, dan Sangadi Tadoy I.
Untuk SPBU Poigar, tim terdiri atas Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Camat Poigar, serta Sangadi Poigar II.
Adapun pemantauan di SPBU Kosio melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Camat Dumoga Tengah, dan Sangadi Kosio.
Sedangkan di SPBU Komangaan, tim melibatkan Dinas Perdagangan, Satpol PP, Camat Bolaang, Bagian Ekonomi dan SDA, serta Sangadi Komangaan.
Dalam pelaksanaannya, tim bertugas mencatat seluruh stok BBM yang tersedia di masing-masing SPBU, meliputi Solar, Pertalite, Dexlite, dan Pertamax.
Tim juga akan melakukan pencatatan terhadap jumlah BBM yang terjual dalam satuan liter, termasuk jumlah kendaraan yang mendapatkan pelayanan di masing-masing SPBU.
Selain melakukan pemantauan, unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, camat, dan pemerintah desa turut bertugas membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama pelayanan di SPBU berlangsung.
Melalui pemantauan langsung tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow berharap kondisi stok dan distribusi BBM di lapangan dapat terus dikendalikan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik di seluruh SPBU.






