JUARAnews.co BOLMONG — Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang mengubah pola komunikasi masyarakat, keberadaan bahasa daerah menghadapi tantangan yang semakin berat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah Bahasa Bantik Sumoit, bahasa lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Suku Bantik Sumoit di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Kekhawatiran terhadap menurunnya penggunaan bahasa tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan Mardin Manangin, S.Pd., M.M., Kandidat Doktor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui penelitian berjudul Pelestarian Budaya Bahasa Suku Bantik Sumoit di Kabupaten Bolaang Mongondow, Mardin mengungkap bahwa Bahasa Bantik Sumoit bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari identitas budaya, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa bahasa daerah memiliki fungsi strategis dalam menjaga nilai sosial, budaya, serta karakter suatu komunitas. Namun modernisasi, mobilitas sosial yang semakin tinggi, dan dominasi penggunaan Bahasa Indonesia membuat banyak bahasa daerah mengalami penurunan jumlah penutur, termasuk Bahasa Bantik Sumoit.
“Bahasa daerah merupakan simbol identitas budaya yang harus dipertahankan keberadaannya. Hilangnya bahasa berarti hilangnya pengetahuan lokal, cerita rakyat, nilai adat, dan berbagai warisan budaya yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi,” tulis Mardin dalam hasil penelitiannya.
Masih Bertahan di Lingkungan Adat dan Keluarga
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Bantik Sumoit masih digunakan oleh sebagian masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga, kegiatan adat, musyawarah adat, serta penyampaian nasihat tradisional.
Penggunaan bahasa tersebut masih cukup kuat di kalangan orang tua dan tokoh adat. Namun, intensitas penggunaannya mulai mengalami penurunan seiring perubahan pola komunikasi masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, Bahasa Bantik Sumoit lebih banyak digunakan dalam percakapan informal antaranggota komunitas dibandingkan dalam lingkungan formal seperti sekolah, pemerintahan, maupun komunikasi lintas etnis.
Tokoh Adat Bantik Sumoit, Mustafa ginoga dan Ahmad yani mamonto dalam wawancara penelitian menyebutkan bahwa bahasa daerah masih digunakan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan adat sebagai sarana penyampaian nilai-nilai budaya dan norma sosial masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bahasa Bantik Sumoit masih memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai identitas kelompok masyarakat Bantik Sumoit.
Generasi Muda Mulai Beralih
Meski masih bertahan dalam sejumlah ruang budaya, penelitian ini menemukan adanya gejala pergeseran bahasa (language shift) yang cukup mengkhawatirkan.
Sebagian besar generasi muda diketahui hanya memahami sebagian kosakata Bahasa Bantik Sumoit dan tidak lagi menggunakannya secara aktif dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Indonesia menjadi pilihan utama karena dianggap lebih praktis serta lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan, pekerjaan, dan pergaulan modern.
Fenomena tersebut diperkuat oleh meningkatnya penggunaan media sosial dan teknologi komunikasi yang sebagian besar menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa asing.
Selain itu, perkawinan antaretnis juga menjadi faktor yang memengaruhi menurunnya penggunaan Bahasa Bantik Sumoit di lingkungan keluarga. Dalam keluarga dengan latar belakang etnis yang berbeda, Bahasa Indonesia lebih sering digunakan sebagai bahasa komunikasi utama sehingga kesempatan anak-anak untuk mempelajari bahasa daerah semakin berkurang.
Bahasa sebagai Identitas Budaya
Penelitian Mardin Manangin menegaskan bahwa Bahasa Bantik Sumoit memiliki kedudukan penting sebagai simbol identitas budaya masyarakat.
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi media pewarisan sejarah, nilai adat, tradisi lisan, serta pengetahuan lokal yang membentuk karakter masyarakat Bantik Sumoit.
Keberadaan bahasa tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan budaya masyarakat secara keseluruhan.
“Ketika sebuah bahasa hilang, maka berbagai pengetahuan tradisional yang tersimpan di dalamnya juga berpotensi hilang,” ungkap penelitian tersebut.
Karena itu, pelestarian Bahasa Bantik Sumoit dipandang sebagai bagian penting dari upaya menjaga keragaman budaya Indonesia.
Upaya Pelestarian yang Sudah Dilakukan
Di tengah berbagai tantangan tersebut, masyarakat Bantik Sumoit masih menunjukkan kesadaran yang cukup tinggi terhadap pentingnya menjaga bahasa daerah.
Berbagai bentuk pelestarian masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, di antaranya penggunaan Bahasa Bantik dalam kegiatan adat, penyampaian cerita rakyat kepada anak-anak, penggunaan kosakata daerah dalam komunikasi keluarga, hingga pencatatan sederhana kosakata lokal sebagai bentuk dokumentasi bahasa.
Kesadaran masyarakat bahwa Bahasa Bantik Sumoit merupakan warisan budaya yang harus dijaga menjadi modal sosial penting dalam mempertahankan keberlangsungan bahasa tersebut.
Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa upaya pelestarian yang ada masih bersifat individual dan berbasis komunitas. Belum terdapat program pelestarian yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan modernisasi secara lebih efektif.
Perlu Dukungan Pemerintah dan Dunia Pendidikan
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah masih minimnya dokumentasi bahasa serta belum optimalnya keterlibatan lembaga pendidikan dalam proses pewarisan Bahasa Bantik Sumoit kepada generasi muda.
Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam pelestarian bahasa daerah melalui proses pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya lokal.
Selain pendidikan formal, pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat menjadi solusi strategis dalam pelestarian bahasa daerah. Digitalisasi kosakata, penyusunan kamus digital, perekaman tuturan penutur asli, hingga pengarsipan cerita rakyat dapat menjadi langkah awal untuk memperluas akses generasi muda terhadap Bahasa Bantik Sumoit.
Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Mardin Manangin menyimpulkan bahwa Bahasa Bantik Sumoit masih memiliki peran penting sebagai identitas budaya masyarakat Bantik di Kabupaten Bolaang Mongondow. Namun, keberlangsungan bahasa tersebut menghadapi tantangan serius akibat menurunnya penggunaan di kalangan generasi muda.
Karena itu, pelestarian Bahasa Bantik Sumoit membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga masyarakat secara luas.
Mardin Manangin menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Bantik Sumoit tidak dapat dilakukan oleh masyarakat adat semata, tetapi memerlukan dukungan semua pihak. Menurutnya, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Bahasa Bantik Sumoit adalah warisan budaya yang tidak ternilai. Jika bahasa ini hilang, maka kita bukan hanya kehilangan alat komunikasi, tetapi juga kehilangan sejarah, nilai-nilai adat, dan jati diri masyarakat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, pelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Mardin Manangin.
Menurutnya, menjaga bahasa daerah bukan sekadar mempertahankan alat komunikasi, melainkan menjaga memori kolektif, nilai-nilai budaya, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Di tengah derasnya arus globalisasi, upaya pelestarian Bahasa Bantik Sumoit menjadi langkah penting untuk memastikan warisan budaya tersebut tetap hidup dan berkembang bagi generasi mendatang.
Penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga bahasa daerah bukan sekadar mempertahankan kata-kata, melainkan menjaga sejarah, identitas, dan jati diri sebuah masyarakat. Dari Bolaang Mongondow, Mardin Manangin menggaungkan pesan bahwa keberagaman bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari identitas Indonesia yang majemuk. (*)
Penulis: Mardin Manangin, S.Pd., M.M.
Kandidat Doktor Universitas Muhammadiyah Malang.






