Pemkab Bolmong Latih Guru TK Ajarkan Matematika Lewat Permainan

BOLMONG — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Pendidikan menggelar pelatihan matematika bagi guru taman kanak-kanak (TK) untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengenalkan konsep dasar matematika kepada anak sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 19–22 Oktober 2026, di SMP Negeri 5 Lolayan, Kecamatan Lolayan, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow, Irlansya Mokodompit, Senin (19/10/2026).

Irlansya mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengenalkan konsep matematika sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada berhitung, tetapi juga mendorong anak mengenal pola, mengeksplorasi lingkungan, dan mengembangkan kemampuan berpikir logis.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun yang diawali dengan satu tahun wajib PAUD,” kata Irlansya.

Menurut dia, pengenalan matematika sejak dini perlu dilakukan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan agar anak dapat memahami konsep dasar tanpa merasa terbebani.

Anak dapat diajak mengenal angka, bentuk, dan pola melalui permainan serta benda-benda di sekitar mereka. Cara ini memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya, mencoba, mengamati, dan menemukan jawaban melalui pengalaman sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, guru diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan kegiatan belajar yang kreatif, sekaligus mendorong anak lebih aktif mengeksplorasi lingkungan dan membangun kemampuan berpikir logis sejak dini.

Dalam pelatihan tersebut, para guru diperkenalkan dengan pendekatan GEMBIRA, yang meliputi Gali dan Eksplorasi, Muat Konten, Buat Aktivitas, Ikuti Pemikiran Murid, serta Rasakan dan Apresiasi.

Pendekatan ini dirancang untuk membantu guru menciptakan pembelajaran yang interaktif dengan memperhatikan pengalaman dan proses berpikir anak.

Materi pelatihan mencakup tiga aspek utama, yakni memahami dunia matematika anak, merancang dan membuat permainan matematika, serta implementasi, asesmen, dan tindak lanjut pembelajaran.

Melalui materi tersebut, guru diharapkan mampu merancang aktivitas belajar yang sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak. Dengan demikian, matematika tidak sekadar diperkenalkan sebagai kegiatan menghafal angka atau melakukan perhitungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi Gerakan Numerasi Nasional serta memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kegiatan ini mengusung tema “PAUD Juara: Membangun Generasi Emas Bolaang Mongondow Juara melalui Wajib Belajar 13 Tahun, 1 Tahun Wajib PAUD untuk Mewujudkan Anak-Anak yang Cerdas, Sehat, Kreatif, Mandiri, dan Berdaya Saing Berlandaskan Budaya Lokal.”

Pelatihan tersebut menyasar guru TK serta tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam membangun fondasi karakter, kecerdasan, kreativitas, dan kemandirian. Karena itu, peningkatan kemampuan guru menjadi salah satu langkah untuk menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran matematika yang lebih menarik di sekolah masing-masing. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya belajar mengenal angka, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir logis, dan keberanian mengeksplorasi lingkungan.

Upaya penguatan pendidikan anak usia dini ini diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi Bolaang Mongondow yang cerdas, sehat, kreatif, mandiri, dan berdaya saing dengan tetap berlandaskan budaya lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *