Pesan Yusra untuk Guru Bolmong: Setiap Anak Berhak Mendapat Akses Pendidikan

- Penulis

Senin, 2 November 2026 - 18:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLMONG – Di sebuah ruang pertemuan di Gedung Lembah Bening, Kotamobagu, Senin, (02/11/2026) Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi menyampaikan sebuah pesan yang sederhana, tetapi menyimpan makna besar bagi masa depan pendidikan.

Setiap anak harus memiliki kesempatan untuk belajar.

Pesan itu ditujukan kepada para guru dan tenaga kependidikan yang hadir dalam Kegiatan Pendidikan Inklusif bagi Tenaga Kependidikan Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Yusra, sekolah tidak seharusnya menjadi ruang yang hanya mudah diakses oleh mereka yang dianggap memiliki kemampuan yang sama. Pendidikan harus membuka pintu selebar-lebarnya, termasuk bagi anak-anak dengan keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun mereka yang menghadapi hambatan sosial dan ekonomi.

“Tidak boleh ada satu pun anak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang tertinggal atau terpinggirkan dari akses pendidikan hanya karena keterbatasan fisik, mental, intelektual, maupun hambatan sosial-ekonomi. Jargon ‘Pendidikan untuk Semua’ bukan lagi sekadar semboyan, melainkan sebuah kewajiban yang harus kita wujudkan bersama di tingkat SMP,” tegas Yusra.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Yusra itu turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Irlansyah Mokodompit.

Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Ramah Disabilitas dan Tanpa Diskriminasi”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow untuk memperkuat penerapan pendidikan inklusif di jenjang SMP.

Namun, pendidikan inklusif bukan sekadar menghadirkan sebuah program atau kebijakan.

Menurut Yusra, perubahan harus dimulai dari cara sekolah memandang setiap anak. Dari cara guru menerima perbedaan. Dari bagaimana ruang kelas dibangun agar tidak ada peserta didik yang merasa asing di tengah lingkungan belajarnya sendiri.

Di titik itulah, guru dan tenaga kependidikan memegang peranan penting.

Mereka bukan hanya bertugas menyampaikan pelajaran. Mereka juga menjadi orang-orang yang setiap hari berhadapan langsung dengan keberagaman karakter, kemampuan, kebutuhan, dan latar belakang peserta didik.

Yusra pun menitipkan tiga pesan kepada para guru.

Pertama, menghilangkan stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan tidak memandang mereka sebagai beban dalam proses pembelajaran.

Kedua, terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesional, terutama dalam menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Ketiga, membangun komunikasi serta kolaborasi yang kuat dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif dan memastikan setiap anak terlindungi dari segala bentuk perundungan atau bullying.

Pesan tersebut menjadi penting ketika sekolah diharapkan tidak hanya mengejar angka-angka akademik.

Sebab, pendidikan juga berbicara tentang bagaimana seorang anak diterima. Tentang bagaimana potensinya dihargai. Dan tentang bagaimana keterbatasan tidak menjadi alasan untuk menutup kesempatan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan itu menghadirkan dua narasumber di bidang pendidikan, Alex Herru Assa dan Dantje Daud Taula.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bolmong berharap pemahaman mengenai pendidikan inklusif tidak berhenti di ruang pertemuan.

Pemahaman itu diharapkan tumbuh menjadi cara pandang baru di sekolah-sekolah. Masuk ke dalam ruang kelas, menjadi bagian dari proses pembelajaran, dan hadir dalam cara guru memperlakukan setiap anak.

Dengan semangat “Bersama dalam Keberagaman Menuju Pendidikan yang Berkualitas”, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow ingin membangun sekolah yang tidak hanya menjadi tempat untuk belajar.

Tetapi juga menjadi ruang yang memberi tempat bagi setiap anak untuk tumbuh.

Karena pada akhirnya, seperti pesan yang mengemuka dalam kegiatan itu, setiap anak memiliki hak yang sama untuk membuka pintu sekolah, duduk di ruang kelas, dan menatap masa depannya tanpa merasa berbeda, tanpa diskriminasi, dan tanpa kehilangan kesempatan untuk belajar.

Facebook Comments Box

Editor : Farid Alhasni

Berita Terkait

Bolmong dan Bolsel Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan
Iqbal Tutup Bimtek Penguatan Guru PAUD
Iskandar Patanga Pimpin HNSI Bolmong, Siap Perjuangkan Kepentingan Nelayan
Dony Lumenta Buka Bimtek Penguatan Kompetensi Guru PAUD di Bolmong
Bayar PBB-P2 di Bolmong Kini Bisa Lewat Indomaret, Mobile Banking, dan Bank SulutGo
Wabup Dony Dorong Guru SD Kuasai Koding dan AI
Pemkab Bolmong Latih Guru TK Ajarkan Matematika Lewat Permainan
Kadis Kominfo Bolmong Bantah Dugaan Pemotongan Perjalanan Dinas dan Tarif Advertorial Media
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:41 WITA

Pesan Yusra untuk Guru Bolmong: Setiap Anak Berhak Mendapat Akses Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 14:04 WITA

Bolmong dan Bolsel Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:36 WITA

Iqbal Tutup Bimtek Penguatan Guru PAUD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:47 WITA

Iskandar Patanga Pimpin HNSI Bolmong, Siap Perjuangkan Kepentingan Nelayan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:02 WITA

Bayar PBB-P2 di Bolmong Kini Bisa Lewat Indomaret, Mobile Banking, dan Bank SulutGo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Wabup Dony Dorong Guru SD Kuasai Koding dan AI

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Bolmong Latih Guru TK Ajarkan Matematika Lewat Permainan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:43 WITA

Kadis Kominfo Bolmong Bantah Dugaan Pemotongan Perjalanan Dinas dan Tarif Advertorial Media

Berita Terbaru

Bolmong

Iqbal Tutup Bimtek Penguatan Guru PAUD

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:36 WITA