Diskominfo Bolmong Bekali Mahasiswa KKN dan Warga Lawan Hoaks, Penipuan Online, hingga Bijak Gunakan AI

JUARAnews.co BOLMONG – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi semakin penting. Ancaman hoaks, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi digital kini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar kegiatan Literasi Digital di Kantor Diskominfo Bolmong, Desa Lalow, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Manado Tahun 2026 bersama masyarakat Desa Lalow.

Sekretaris Diskominfo Bolmong, Ofriyanto Laures, S.H., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut dengan membawakan materi mengenai penanganan hoaks, pencegahan penipuan online, serta pemanfaatan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Ofriyanto menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya diukur dari kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami dampak dari setiap konten yang dibagikan di ruang digital.

“Setiap orang kini bisa menjadi produsen sekaligus konsumen informasi. Karena itu, jangan mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar. Pastikan dulu kebenarannya sebelum membagikan kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai modus kejahatan siber terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet. Masyarakat perlu mengenali berbagai bentuk penipuan digital, mulai dari tawaran investasi bodong, penyalahgunaan identitas, hingga pencurian data pribadi melalui tautan atau pesan yang mengatasnamakan instansi maupun pihak tertentu.

Selain itu, Ofriyanto mengajak masyarakat untuk memandang AI sebagai teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas apabila digunakan secara tepat. Menurutnya, AI dapat membantu proses belajar, pekerjaan, hingga pengembangan inovasi, namun tetap harus digunakan dengan mengedepankan etika dan perlindungan data pribadi.

“Gunakan AI untuk hal-hal yang bermanfaat. Jadikan teknologi ini sebagai alat untuk belajar, bekerja, dan berinovasi, bukan untuk menyebarkan hoaks atau merugikan orang lain. Etika digital dan perlindungan data pribadi harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital di tengah masyarakat. Melalui kegiatan KKN, pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada warga sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mengenali informasi yang benar, menghindari penipuan digital, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang sosialisasi. Mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi penyebar informasi yang benar sekaligus pelopor terciptanya budaya digital yang sehat,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi mengemuka, mulai dari cara mengenali hoaks, menghindari penipuan berbasis media sosial, hingga memanfaatkan AI secara aman dalam aktivitas sehari-hari.

Melalui edukasi seperti ini, Diskominfo Bolmong berharap literasi digital tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas di ruang digital. Dengan masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, ruang digital diharapkan menjadi lebih aman, produktif, serta mampu mendorong kemajuan daerah di era transformasi digital. (/liet)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *