JUARAnews.co BOLMONG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Ny. Kalsum Alhabsyi-Alhabsyi, SE. menegaskan pentingnya penguatan administrasi dan kewirausahaan bagi pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) agar mampu berkembang dan naik kelas.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Administrasi dan Pelatihan Kewirausahaan UP2K yang digelar TP-PKK Bolmong melalui Pokja II di rumah dinas Bupati Bolmong, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan pemberdayaan perempuan tersebut diikuti seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan se-Kabupaten Bolaang Mongondow, masing-masing didampingi dua kader PKK desa, serta para pelaku usaha UP2K dari berbagai wilayah di Bolmong.
Dalam sambutannya, Ny. Kalsum menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP-PKK, Ketua TP-PKK Kecamatan, kader pelaksana UP2K, hingga peserta sosialisasi yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, UP2K bukan sekadar program pendamping, melainkan salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“UP2K bukan sekadar kegiatan sampingan. Ini adalah urat nadi perekonomian keluarga yang dikelola oleh PKK. Ketahanan ekonomi keluarga merupakan pondasi utama ketahanan bangsa,” ujar Ny. Kalsum.
Ia mengatakan, ketika para ibu rumah tangga mampu membangun usaha mandiri dan produktif, maka dampaknya akan sangat besar terhadap kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, hingga kualitas hidup masyarakat secara umum.
Dalam kesempatan itu, Ny. Kalsum juga menyoroti persoalan administrasi usaha yang masih menjadi tantangan utama kelompok UP2K di tingkat desa. Padahal, menurutnya, administrasi merupakan fondasi penting dalam pengembangan usaha dan akses permodalan.
“Banyak produk UP2K yang sebenarnya sangat bagus, tetapi sulit berkembang karena administrasi belum tertib. Padahal administrasi adalah alat ukur usaha, syarat akses permodalan, sekaligus bahan evaluasi untuk menentukan strategi usaha ke depan,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya pemisahan antara keuangan usaha dan kebutuhan rumah tangga agar pengelolaan usaha berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
“Saya berharap tidak ada lagi istilah uang dapur bercampur dengan uang usaha. Kader harus benar-benar memahami administrasi UP2K, mulai dari buku kas, buku pinjaman, hingga buku inventaris,” tegasnya.
Selain penguatan administrasi, pelatihan kewirausahaan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam membaca peluang usaha, menciptakan inovasi produk, memperkuat pemasaran, hingga membangun mental usaha yang mandiri dan kreatif.
Ny. Kalsum juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar dan diskusi guna mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha UP2K di lapangan.
“Kami di tingkat Kabupaten berkomitmen untuk terus mendampingi, mengarahkan, dan memfasilitasi agar produk-produk UP2K mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengertian dan tujuan UP2K PKK, sasaran program, kendala pengembangan usaha, strategi digitalisasi pemasaran, struktur organisasi UP2K, hingga tata kelola administrasi kelompok usaha.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis usaha yang dapat dikembangkan melalui UP2K, mulai dari usaha jasa, kuliner, kerajinan tangan, agribisnis, peternakan kecil, hingga usaha perdagangan dan koperasi.
Di akhir sambutan, Ketua TP-PKK Bolmong secara resmi membuka Sosialisasi Penguatan Administrasi dan Pelatihan Kewirausahaan UP2K Kabupaten Bolaang Mongondow.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridoi niat tulus kita untuk memajukan ekonomi keluarga di Kabupaten Bolaang Mongondow yang kita cintai ini,” tutupnya. (/liet)






