Mahasiswa Doktoral Asal Bolmong Sebut PKBM Mampu Ubah Masa Depan Anak Putus Sekolah

JUARAnews.co BOLMONG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dinilai memiliki peran strategis dalam membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Mardin Manangin, S.Pd., M.M, mahasiswa Program Doktor Universitas Muhammadiyah Malang asal Bolaang Mongondow, melalui kajian akademiknya mengenai peran pendidikan nonformal dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan.

Sebagai salah satu putra Bantik asal kecamatan Bolaang Timur yang sedang menempuh pendidikan doktoral, Mardin menilai keberadaan PKBM memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar penyelenggara pendidikan kesetaraan. Menurutnya, PKBM merupakan instrumen penting dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus sarana membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.

“PKBM hadir sebagai ruang belajar alternatif yang memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal. Perannya tidak hanya sebatas pendidikan kesetaraan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan kecakapan hidup,” ujar Mardin.

Menurutnya, berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi, kondisi sosial, hingga minimnya akses pendidikan masih menjadi penyebab anak-anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Dalam situasi tersebut, PKBM menjadi jembatan yang membuka kembali kesempatan belajar bagi masyarakat yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Ia menjelaskan, melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C serta berbagai pelatihan keterampilan, PKBM membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperluas peluang kerja.

Lebih jauh, Mardin menilai keberadaan PKBM tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat modal sosial masyarakat. Melalui proses belajar bersama, masyarakat membangun jaringan, kepercayaan, solidaritas, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.

“Ketika masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan keterampilan yang memadai, peluang untuk meningkatkan taraf hidup juga semakin besar. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Dalam kajiannya, Mardin juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Nilai-nilai Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban yang menjadi falsafah hidup masyarakat Bolaang Mongondow dinilai dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Karena itu, ia berharap pemerintah, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan kelembagaan PKBM melalui dukungan program, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta kebijakan yang berpihak pada pendidikan nonformal.

“Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya. PKBM adalah salah satu sarana penting untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Menurut Mardin, penguatan PKBM merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi daerah, keberadaan PKBM diyakini mampu menjadi solusi bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kajian tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan nonformal tidak boleh dipandang sebagai pelengkap semata, melainkan sebagai bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan di Bolaang Mongondow. (/liet)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *